A. Pengolahan data
Data yang terkumpul dalam tahap pengumpulan data, perlu diolah dahulu. Tujuannya adalah menyederhanakan seluruh data yang terkumpul, menyajikannya dalam susunan yang baik dan rapi, untuk kemudian dianalisis.
Dalam tahap pengolahan data ini, ada tiga kegiatan yang dilakukan, Yaitu : Penyuntingan, (editing), Pengkodean (Coding), dan tabulasi (tabulating). Ketiga kegiatan ini diuraikan dengan singkat dalam bab ini.
Penyuntingan.
Kegiatan yang dilakukan dalam kegitan ini adalah memeriksa seluruh daftar pertanyaan yang dikembalikan responden. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan ini, yaitu :
1) Kesesuaian jawaban responden dengan pertanyaan yang diajukan.
2) Kelengkapan pengisian daftar pertanyaan, dan
3) Keajegan (consistency) jawaban responden.
Dalam menyunting, Penyunting (peneliti) tidak diperbolehkan mengganti atau menafsirkan jawaban responden. Dengan demikian, kebenaran jawaban dapat terjaga.
Data yang terkumpul dalam tahap pengumpulan data, perlu diolah dahulu. Tujuannya adalah menyederhanakan seluruh data yang terkumpul, menyajikannya dalam susunan yang baik dan rapi, untuk kemudian dianalisis.
Dalam tahap pengolahan data ini, ada tiga kegiatan yang dilakukan, Yaitu : Penyuntingan, (editing), Pengkodean (Coding), dan tabulasi (tabulating). Ketiga kegiatan ini diuraikan dengan singkat dalam bab ini.
Penyuntingan.
Kegiatan yang dilakukan dalam kegitan ini adalah memeriksa seluruh daftar pertanyaan yang dikembalikan responden. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan ini, yaitu :
1) Kesesuaian jawaban responden dengan pertanyaan yang diajukan.
2) Kelengkapan pengisian daftar pertanyaan, dan
3) Keajegan (consistency) jawaban responden.
Dalam menyunting, Penyunting (peneliti) tidak diperbolehkan mengganti atau menafsirkan jawaban responden. Dengan demikian, kebenaran jawaban dapat terjaga.
Pengkodean
Setelah penyuntingan diselesailkan, kegiatan selanjutnya yang perlu dilakukan adalah pemberian kode (pengkodean). Pengkodean dilakukan dengan memberi tanda (simbol) yang berupa angka pada jawaban responden yang diterima. Tujuan pengkodean ini adalah untuk menyederhankan jawaban responden.
Dalam pengkodean harus diperhatikan pemberian kode pada jenis pertanyaan yang diajukan (pertanyaan terbuka atau pertanyaan tertutup). Untuk pertanyaan tertutup, ditentukan dengan mudah, misalnya : 1 untuk jawaban ya/ setuju dan kode 0 untuk tidak/tidak setuju ; atau ditambah kode 99 untuk jawaban yang kosong (responden tidak memberi jawaban).
Sedangkan pemberian kode untuk pertanyaan terbuka dilakukan dengan tahapan tertentu. Pertama, jawaban responden diperiksa untuk dibuat kategari jawaban tertentu. Apabila jawaban perlu dikategorikan, dilihat kategori jawaban yang sesuai. Setelah itu, kategori diberi kode.
Seluruh kode yang ditentukan untuk tiap jawaban, disusun dalam buku kode. Buku kode ini selain diperlukan dalam pengkodean juga sebagai pedoman untuk analisis data dan penulisan laporan.
Tabulasi
Kegiatan yang dilakukan dalam tabulasi adalah menyusun dan menghitung data hasil pengkodean, untuk kemudian disajikan dalam bentuk tabel. Tabel ini dapat berupa tabel frekuensi, tabel korelasi, tabel silang.
B. Analisa Data
Proses selanjutnya setelah pengolahan data adalah analisa data . Tujuan analisa data ini adalah untuk menyederhanakan, sehingga mudah ditafsirkan. Ada dua cara yang dipergunakan dalam analisa data, yaitu: analisa nonstatistik dan analisa statistik.
Analisa nonstatistik sesuai untuk data kualitatif. Analisa ini tidak dilakukan perhitungan statistik. Kegiatan analisa data dengan cara ini dilakukan dengan membaca data.
Analisa statistik sesuai untuk data kuantitatif. Dalam analisa statistik ini dipergunakan perhitungan statistik untuk membaca data yang telah diolah. Sesuai dengan pembagian statistik, analisa statistik dibagi menjadi dua, yaitu: analisa statistik deskriptif dan analisa statistik inferensial. Analisis statistik deskriptif memberikan fakta mengenai objek penelitian tanpa memberi penilaian. Jadi, analisa deskriptif ini hanya bersifat memaparkan saja. Sebaliknya, analisa statistik inferensial memberikan penilaian terhadap objek yang diteliti.
C. Penafsiran hasil Analisis
Setelah data seselsai dianalisis, kegiatan yang harus dilakukan adalah menafsirkan hasil analisis tersebut. Penafsiran hasil analisis ini bertujuan untuk menarik kesimpulan penelitian yang telah dilaksanakan. Penarikan kesimpulan ini dilakukan dengan cara membandingkan hipotesis yang telah dirumuskan dengan hasil analisis yang didapat. Dengan demikian, peneliti akhirnya memperoleh kesimpulan pokok, yaitu menerima atau menolak hipotesis yang telah dirumuskan.
Dalam melaksanakan penafsiran ini, peneliti juga perlu memeriksa kembali langkah-langkah yang telah dilaksanakan dalam penelitian. Langkah ini berguna untuk melihat kesahihan hasil penafsiran. Apabila semua langkah penelitian telah dilakukan dengan tepat, kesahihan hasil penafsiran dapat dijamin dan hasil penelitian dapat digunakan untuk keperluan pemecahan masalah praktis yang berhubungan dengan penelitian tersebut. Sebaliknya, jika ternyata langkah penelitian tidak dilakukan dengan tepat, hasil penelitian tidak dijamin kesahihannya. Dalam hal ini, peneliti harus bersikap terbuka dengan menjelaskan semua langkah yang telah dilakukan sehubungan dengan hasil penelitian yang diperoleh.
INSTRUKSI UNTUK MAHASISWA:
Setelah saudara mempelajari materi perkuliahan di atas, selanjutnya saudara mengerjakan latihan soal berikut:
1. Jika pada saat pengolahan data diketahui ada kuestioner yang tidak lengkap atau tidak sesuai jawaban dari responde, apa yang mesti dilakukan oleh si peneliti?
2. Menurut pendapat saudara seberapa pentingnya pengkodean data perlu dilakukan bagi sebuah penelitian?
3. Dalam hal data sudah diolah, kemudian si peneliti melakukan analisis data. Sebetulnya untuk apa data tersebut dianalisis?
Semua jawaban saudara ditulis pada kolom KOMENTAR dalam blog ini. Jangan lupa menuliskan nama dan nomor induk mahasiswa. Jawaban sudah dikirim paling telat tanggal 12 Desember 2007. Selamat Belajar!
13 komentar:
Nama : Nurul Hidhayah Dj
NPM : 41183506050029
Jawaban Soal Mata Kuliah MPS :
1. Jika pada saat pengolahan data diketahui ada kuisioner yang tidak lengkap atau tidak sesuai jawaban dari responden, maka seorang peneliti harus tetap jujur menulis data yang benar-benar menjadi jawaban responden. Jika dalam kuisioner jawaban tidak lengkap/tidak sesuai, maka itulah fakta yang harus tetap dilaporkan peneliti. Peneliti tidak boleh mengarang jawaban sendiri agar kuisioner menjadi lengkap dan sesuai, karena nanti hasil akhir yang di dapat dan dicantumkan dalam laporan tidak akurat, tidak faktual dan tidak objektif. Maka penelitian ini tidak akan sampai pada tujuannya, yakni menemukan kebenaran ilmiah yang objektif.
2. Menurut saya, Pengkodean data sangat perlu dilakukan dalam sebuah penelitian, karena dengan jumlah kuisioner yang banyak, pengkodean akan lebih membantu. Peneliti menyederhanakan jawaban responden. Sehingga akan memudahkan peneliti dalam mengolah data yang terkumpul. Seluruh kode yang ditentukan kemudian disusun dalam buku kode, nantinya dimana buku kode ini digunakan sebagai pedoman dalam menganalisis dan menulis laporan.
3. Analisis data dilakukan untuk menyederhanakan hasil olahan data, sehingga data menjadi lebih mudah untuk dibaca atau diinterprestasikan. Dengan menganalaisis, peneliti dapat mengetahui fakta-fakta serta informasi yang ingin diketahui untuk selanjutnya dapat diketahui untuk selanjutnya dapat di tafsirkan ataupun dapat di tarik kesimpulannya, yaitu dengan membandingkan hipotesis yang telah dirumuskan dengan hasil analisis yang di dapat (atau disebut penafsiran hasil analisis). Sehingga kesimpulan pokok pun diperoleh. Jadi dengan analisis data peneliti kemudian dapat melanjutkan dengan penafsiran hasil analisis, dan terakhir membuat laporan hasil/penelitian.
1.Dalam hal ini pengolahan data peneliti harus menulis siapa responden atau subjek yang dimaksud dengan lengkap dan kalau bisa harus menanyakan nomor telepon yang bisa di hubungi supaya jika terjadi kekurangan atau kesalahan jawaban responden peneliti dapat menghubunginya kembali dan mempertanyakan data yang kurang atau data yang salah.
2.Dilihat dari tujuannya pengkodean data ialah menyederhanakan jawaban responden maka pengkodean data sangat membantu peneliti dalam melakukan pengolahan data dan memudahkan peneliti melihat jawaban responden yang disederhanakan.
3.Data tersebut di analisa supaya dapat diambil kesimpulan dari hasil penelitian untuk sebagai hasil apakah penelitian atau objek tersebut dapat diterima atau ditolak sebagai hasil dari penelitian tersebut dan itu menjadi suatu kebahagiaan atau bertambahnya ilmu seorang peneliti.
Nama : Bambang ismoyo
NIM : 41183506050007
MPS
1.Tujuan dari pengolahan data ialah menyederhanakan seluruh data yang terkumpul menyajikannya dalam susunan yang baik dan rapih, untuk kemudian dianalisis.
Jika dalam pengolahan data diketahui ada kuestioner yang tidak lengkap atau tidak sesuai jawaban responde, yang harus dilakukan oleh sipeneliti adalah dengan melakukan penelitian ulang kembali dengan harapan data yang akan diambil lagi sesuai dengan data yang diinginkan dengan menggunakan langkah yang sistematis dan terkendali, sebelum melakukan penelitian peneliti harus tahu benar apa yang harus diteliti terdahulu agar hasilnya sesuai dengan yang diharapkan, dengan dibekali oleh pengetahuan lebih atau dengan kata lain sipeneliti harus mempunyai wawasan lebih dibandingkan dengan yang akan diteliti, agar sipeneliti tersebut tidak kalah wawasannya dan dapat mengungkapan kebenaran yang sesungguhnya.
2.Pengkodean ( Pemberian Kode ), pengkodean dilakukan dengan memberi tanda (symbol) yang berupa angka pada jawaban responden yang akan diterima. Tujuan dari pengkodean adalah untuk menyederhanakan jawaban responden. Seberapa pentingnya pengkodean data bagi sebuah penelitian, dalam mencari data seseorang harus melihat tujuan dari data yang akan diambil, dalam proses tersebut sipeneliti berupaya untuk mencari sebuah kebenaran jadi dalam menjalankan hal tersebut syah-syah saja bagi peneliti untuk mencari data dengan menggunakan cara yang berbeda guna menyelesesaikan penelitiannya, dalam hal ini pengkodeantidak terlalu penting apabila dalam proses tersebut tujuan dari penelitiannya dapat berjalan dengan baik dan memperoleh data sesuai dengan yang diingin. Karena pada hakekatnya penelitian mempunyai fungsi menemukan, mengembangkan, atau mengguji suatu kebenaran suatau pengetahuan, jadi dalam melakukan penelitian seorang peneliti boleh saja tidak memakai pengkodean demi memperoleh data yang diharapkan.
3.Setelah data diperoleh sipeneliti lansung mencari identifikasi masalah maksud dari tujuan tersebut ialah mencari kebenaran yang belum terungkap atau juga untuk mengembangkan suatu pengetahuan agar data tersebut dapat bermanfaat dan berfungsi sesuai dengan tujuan dari penelitian. Untuk apa data dianalisis, data yang sedang dianalisis bertujuan untuk menarik kesimpulan penelitian yang telah dilaksanakan, jadi data yang dianalisis harus sesuai dengan fakta yang ada dilapangan dengan alasan agar masalah yang sesungguhnya dapat teridentifikasi dengan baik karena apabila langkah penelitian tidak dilakukan dengan tepat, hasil penelitian tidak dijamin kebenarannya, jadi sangat penting sekali data untuk dianalisis untuk memperoleh kebenaran yang sesungguhnya.
Disusun oleh :
Nasrudin Firdaus
41183506050002
IP/FISIP
1.Jika pada saat pengolahan data diketahui ada kuestioner yang tidak lengkap atau tidak sesuai jawaban dari responden,maka peneliti harus melakukan penelitian ulang kembali, dikarenakan jika tidak lengkapnya kuestioner atau tidak sesuai dengan jawaban dari responden,data-data hasil penelitian tersebut belum dikatakan benar.perlu adanya kebenaran dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan apa yang terjadi di lapangan. Yang nantinya,Untuk di jadikan kesimpulan dari data-data yang diperoleh oleh peneliti.dan harus benar dengan yang terjadi di lapangan, tidak boleh mengada-ngada dalam menyimpulkan data-data yang nantinya akan di lihat oleh orang lain.
2. dengan adanya pengkodean data yang dilakukan peneliti dalam mengolah data di lapangan,dapat memudahkan/menyederhanakan jawaban dari responden,jadi memudahkan peneliti dalam mengolah data yang terkumpul.
3.data yang sudah di olah oleh peneliti,harus dianalisis dahulu,agar kebenaran data yang sudah diolah oleh peneliti harus benar, hasil dari penelitian akan di simpulkan dan nantinya hasil dari itu,akan dilihat oleh orang lain dan harus benar dalam menyimpulkannya.
Di susun oleh
Nama : Robi Nurpiyanto
NPM : 41183506050005
IP/FISIP
1.Jika pada saat pengolahan data diketahui ada kuesioner yang tidak lengkap atau tidak sesuai dengan jawaban dari responden maka peneliti diharuskan untuk kembali kepada responden untuk mengembalikan kuesioner. dan peneliti jujur dalam menulis data yang menjadi jawaban responden. Jika dalam kuisioner jawaban tidak lengkap/tidak sesuai, maka data itu yang dilaporkan oleh si peneliti. Peneliti tidak boleh mengarang jawaban sendiri (subyektif)agar kuisioner menjadi lengkap dan sempurna serta sesuai, karena hasil akhir yang di dapat dan dicantumkan dalam laporan tidak akurat, tidak faktual dan tidak objektif.pada akhirnya,data yang didapat sesuai dengan yang diharapkan karena bila tidak maka hasil yang akan didapat tidak akan valid.
2.Pengkodean sangat penting dilakukan bagi sebuah penelitian. Karena tujuan dari pengkodean tersebut adalah untuk menyederhanakan jawaban responden. Sehingga dengan, pengkodean ini dapat mudah dalam membuat tabulasi data dan mudah dalam hal pengecekan bila terjadi kekeliruan waktu dilakukan analisis data.
3.Analisis data ini dilakukan dengan tujuan untuk menyederhanakan hasil olahan data sehingga data tersebut mudah dibaca atau di interprestasikan. Apabila data yang diperoleh berupa data kualitatif, maka analisis yang dipergunakan adalah analisis non statisktik. Sebaliknya data kuantitatif dianalisis dengan analisis statistik.
NAMA : RONY PUTRA PRATAMA
NIM : 41183506050004
JURUSAN : ILMU PEMERINTAHAN
FAKULTAS: FISIP
ADE ROSITA
41183506050014
1.Jika tidak lengkap atau tidak sesuai akan tetapi harus di tulis sesuai fakta. Karena salah satu syarat meneliti adalah jujur. Jika tidak jujur, hasil yang di dapat tidak akurat, dan tujuan penelitian untuk mengetahui kebenaran akan suatu masalah tidak tercapai. Hasil laporan menjadi di ragukan kesahihannya. Sebelumnya peneliti juga perlu memeriksa kembali langkah-langkah yang telah dilaksanakan dalam penelitian, oleh karena itu jika pada saat pengolahan data diketahui ada kuiestioner yang tidak lengkap maka seorang peneliti perlu melakukan penyuntingan kembali. Agar jawaban yang di dapat si peneliti dari responden benar adanya.
2.menurut saya Pengkondean perlu dilakukan untuk memudahkan peneliti dalam menyusun data vmtuk laporan. Dengan pengkondean dapat disederhanakan sehingga setelah di susun dalam buku kode bias digunakan untuk pedoman analisis data dan penulisan laporan. Maka di dalam pengolahan data pengkodean sangat di perlukaan atau sangat penting keberadaanya, karena didalam melakukan pengolahan data dan untuk menyerderhanakan data pengkondean di lakukan dengan memberi tanda (symbol) karena selain untuk menyederhanakan pengkondean juga dilakukan untuk memberi kemudahan kepada si peneliti terhadap semua jawaban yang telah didapat dari responden.
3.Analisa data digunakan untuk menyederhanakan sehingga mudah untuk di tafsirkan. Analisa ini yang membantu peneliti untuk menafsirkan data-data yang kemudian nanti akan di tarik kesimpulan nya sebagai hasil dari laporan. Dengan analisis penelitian dapat melanjutkan ke tahap penafsiran hasil analisis lalu menyimpulkan dan menyusun laporan penelitian. Di dalam analisa data ada dua cara yang dapat di gunakan yaitu dengan analisa nonstatistik dan analisa statistik.
SURABILLY,ilmu pemerintahan
41183508050015
1.Jika terdapat jawaban yang tidak jelas penulisanya atau ada butir pertanyaan yang tidak terisi, Maka pengumpul data yang bersangkutan diminta untuk memperjelas atau melengkapinya. Jika pengumpulan data dilakukan dengan suatu alat ukur tertentu dan terdapat butir pernyataan yang tidak terisi atau terjawab,untuk mengatasinya Atherton dan klemmack(1982) memberikan dua cara alternatif. Jika butir yang tidak terjawab bersifat acak, artinya tidak terpusat pada suatu suatu nomor tertentu saja, Maka untuk mengisi butir yang tidak diisi adalah dengan memberikan nilai rata-rata dari semua butir pernyataan yang diisi oleh responden. Jika pada umumnya responden mengabaikan suatu nomor tertentu, maka mungkin butir pernyataan tersebut yang tidak benar sehingga strategi yang terbaik adalah membuang butir pernyataan tersebut.
2.Jelas penting,untuk mempermudah dalam menginput atau memasukan data agar lebih cepat efektif dan efisien
3.Analisa data yang dilakukan disesuaikan dengan tujuan penelitian. Penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran cukup menyjikan tabel tunggal dengan jumlah dan persentase untuk setiap kategori.pembuatan klasifikasi itu sendiri sudah merupakan analisis pada tingkat pertama. Untuk analisis lain, sering diperlukan tabel silang atau tabel ganda. Untuk data kuantitatif, mislnya umur dan penghasilan,selain menyjikan data dalam tabeldengan kelas interval,perlu juga disajikan statistiknya,seperti mean dan simpangan bakunya. Ini untuk menunjukan angka berapa yang merupakan wakil bagi kelompoknya secara keseluruhan,dan bagaimana variasinya. Analisis data di gunakan untuk mengambil kesimpulan dari sebuah penelitian.
SURABILLY,ilmu pemerintahan
41183508050015
1.Jika terdapat jawaban yang tidak jelas penulisanya atau ada butir pertanyaan yang tidak terisi, Maka pengumpul data yang bersangkutan diminta untuk memperjelas atau melengkapinya. Jika pengumpulan data dilakukan dengan suatu alat ukur tertentu dan terdapat butir pernyataan yang tidak terisi atau terjawab,untuk mengatasinya Atherton dan klemmack(1982) memberikan dua cara alternatif. Jika butir yang tidak terjawab bersifat acak, artinya tidak terpusat pada suatu suatu nomor tertentu saja, Maka untuk mengisi butir yang tidak diisi adalah dengan memberikan nilai rata-rata dari semua butir pernyataan yang diisi oleh responden. Jika pada umumnya responden mengabaikan suatu nomor tertentu, maka mungkin butir pernyataan tersebut yang tidak benar sehingga strategi yang terbaik adalah membuang butir pernyataan tersebut.
2.Jelas penting,untuk mempermudah dalam menginput atau memasukan data agar lebih cepat efektif dan efisien
3.Analisa data yang dilakukan disesuaikan dengan tujuan penelitian. Penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran cukup menyjikan tabel tunggal dengan jumlah dan persentase untuk setiap kategori.pembuatan klasifikasi itu sendiri sudah merupakan analisis pada tingkat pertama. Untuk analisis lain, sering diperlukan tabel silang atau tabel ganda. Untuk data kuantitatif, mislnya umur dan penghasilan,selain menyjikan data dalam tabeldengan kelas interval,perlu juga disajikan statistiknya,seperti mean dan simpangan bakunya. Ini untuk menunjukan angka berapa yang merupakan wakil bagi kelompoknya secara keseluruhan,dan bagaimana variasinya. Analisis data di gunakan untuk mengambil kesimpulan dari sebuah penelitian.
Perwakilan politik rakyat ditingkat pemerintah pusat maupun ditingkat daerah pada dasarnya sama dan perwakilan politik pada lembaga-lembaga pemerintah memiliki fungsi dan peranan yang sama, yaitu bagaimana mampu mengemban kepercayaan dari rakyat yang telah menyerahkan segala bentuk urusan yang berhubungan dengan pemerintah kepada wakilnya dilembaga perwakilan.
Diantara ketiga lembaga tersebut seperti MPR, DPR, dan DPD pada dasarnya adalah perwakilan dari rakyat untuk memperjuangkan hak-hak rakyat dan juga sebagai penyambung lidah rakyat.
Persamaan-persamaan ketiga lembaga tersebut adalah
Secara kelembagaan ketiga lembaga ini adalah lembaga perwakilan politik.
Ketiga lembaga ini sama-sama dipilih melalui pemilihan umum.
Sama-sama diresmikan oleh keputusan presiden
Memiliki persamaan jabatan selama lima tahun
Sedangkan perbedaan diantara ketiga lembaga ini cukup signifikan mulai dari tugas masing-masing sampai kepada keanggotaannya. Lembaga eksekutif mempunyai tugas dan wewenang mengubah dan menetapkan Undang-Undang Dasar, melantik presiden dan wakil presiden, memutuskan usul DPR berdasarka keputusan mahkamah konstitusi dan sampai kepada menentukan sikap dan pilihan dalam pengambilan keputusan.
Sedangkan lembaga legislatif mempunyai tugas dan wewenang membentuk Undang-Undang yang dibahas dengan presiden untuk mendapat persetujuan bersama, menerima dan membahas usulan rancangan Undang-Undang yang diajukan DPD yang berkaitan dengan bidang tertentu, memberikan persetujuan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang, menetapkan APBN bersama presiden dan juga melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan UU, APBN serta kebijakan pemerintah,
Sedangkan tugas dan wewenang anggota DPD adalah DPD dapat mengajukan kepada DPR rancangan UU yang berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembahasan RUU yang diusulkan oleh DPD dilakukan sebelum DPR membahas RUU tersebut dengan pemerintah dan juga DPD dapat melakukan pengawasan atas pelaksanaan UU mengenai otonomi daerah.
Ketiga lembaga ini apabila dikaitkan dengan system politik Indonesia berperan sebagai wakil rakyat dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah maupun pusat, pengaturan kebutuhan masyarakat, dan lembaga perwakilan rakyat yang akan membuat aturan untuk dilaksanakan oleh pemerintah serta berperan dalam melakukan pengawasan terhadap pemerintah.
NAMA : FATRA
NPM : 41183506050028
TUGAS : PROSES LEGISLASI INDONESIA
(-_-) TiWi
1. Jika terdapat jawaban yang kurang lengkap dari responden, maka data tersebut adalah fakta yang harus diterima oleh peneliti. Peneliti tidak boleh menambahkan atau mengurangi data-data tersebut demi menjaga keajegan data yang telah diperoleh peneliti dari responden. Walaupun jawaban dari responden tidak sesuai atau kurang lengkap, nmun data tersebut harus tetap dilaporkan oleh peneliti tanpa penambahan atau pengurangan. Apabila peneliti sangatn ingin mendapatkn jawaban yang lengkap dri responden, peneliti dapat mencari kembali responden tersebut dengan cara menelpon atau datang kerumah responden langsung. Maka ada baiknya apabila peneliti melakukan kegiatan penelitian dengan cara menyebarkan questioner mengetahui dahulu respondennya, dengan menanyakan nomor telepon atau alamat rumah.
2. Menurut saya, pengkodean sangat penting bagi peneliti. Karena membantu peneliti dalam pendataan sehingga mempermudah peneliti untuk memasukan atau mencari data kembali dengan memberikan tanda-tanda yang dapat dimengerti oleh peneliti.Karena apabila tidak ada pengkodean, peneliti akan bingung atau "ribet" dalam mengumpulkan sekian banyaknya data. Kalau dengan pengkodean dengan mudahnya peneliti mencari data hanya dengan melihat simbol/tanda yang telah dibuat oleh peneliti sendiri.
3. Untuk menyederhanakan, sehingga mudah ditafsirkan. Dengan adanya analisis data, mempermudah pembaca dalam mencerna data-data yang diperoleh. Karena apabila data telah dianalisis berarti kata tersebut telah dirapihkan yang dibentuk kedalam kata-kata yang lebih mudah dimengerti. Dengan demikian, peneliti juga dapat lebih mengerti kesimpulan-kesimpulan dari data yang telah diperoleh. Dari analisis data, peneliti dapat menilai dirinya sendiri sejauh mana peneliti dapat mengkritisi sebuah kegiatan penelitian, , ,
Nama : Ratih Pratiwi
NPM : 41183506050010
1.apabila saat pengolahan data diketahui kuisioner yang tidak lengkap dan tidak sesuai dengan jawaban dari responden, peneliti harus jujur dalam mencantumkan data yang menjadi jawaban dari pada responden. Peneliti dilarang untuk mengarang jawaban peneliti tersebut yang nantinya hasil akhir yang diperoleh pada laporan tidak sesuai. Maka penelitian tidak akan tepat pada tujuan akhirnya, yaitu menemukan kebenaran ilmiah yang objektif.
2. Menurut saya, Pengkodean data perlu dilakukan dalam sebuah penelitian, karena jumlah kuisioner yang banyak, pengkodean akan lebih membantu. Peneliti menyederhanakan jawaban responden. Sehingga akan memudahkan peneliti dalam mengolah data yang terkumpul. .
3. Analisis data dilakukan untuk menyederhanakan hasil olahan data, sehingga data menjadi lebih mudah untuk dibaca atau diinterprestasikan. Sehingga data yang akan disajikan menjadi ilmiah.
Nama: Turman Siagian
Nim: 41183506050006
Fakultas : Fisip
Jawaban Tugas Matakuliah Metode Penelitian Sosial Desember 2007.
1. Yang musti dilakukan oleh seorang peneliti jika pada saat pengolahan data diketahui ada kuisioner yang tidak lengkap atau tidak sesuai jawaban responden adalah melaporkan jawaban dari responden tersebut dengan jujur dan sebenarnya agar dalam penafsiran hasil analisis lebih akurat dan lebih mendekati kebenaran apa adanya dari suatu obyek penelitian.
2. Menurut pendapat saya mengenai pengkodean data itu sangat penting sebab langkah tersebut akan mempermudah pada langkah berikutnya . Dalam pengkodean data , dimaksudkan untuk menyederhanakan jawaban responden yang selanjutnya digunakan dalam mengelompokkan jawaban responden kedalam kategori jawaban tertentu
3. Kegunaan Analisis data adalah untuk menyederhanakan dari semua jawaban yang masuk sehingga mudah untuk ditafsirkan dan dapat diperoleh suatu kebenaran atau ketidakbenaran dari suatu hipotesa . Analisa data juga untuk menarik kesimpulan dari permasalahan dan mewujudkan rumusan yang diperoleh sehingga mudah dicerna secara nalar dan runtun. Analisa data yang mendalam dan tajam dapat mengungkap dan merumuskan tujuan akhir penelitian.
Nama : Miftaqul Jarod
NPM : 41183506050011
Jurusan :Ilmu Pemerintahan
Fakultas ; FISIP UNISMA
Posting Komentar